11 Things are Uniq When I Going To 1st Abroad
(International Youth Camp Patriot Georgia 2011)
-Delegasi dari Indonesia-
Saya adalah mahasiswa semester tiga pada saat itu yang mempunyai ambisi besar
untuk bisa berangkat keluar negri,baik mengikuti seleksi untuk suatu konferensi,
kompetisi, summer school dan
lain-lainnya. Saking berambisi disetiap catatan kuliah saya terdapat tulisan” I want to go abroad”. Selalu cari
informasi mengenai penyeleksian, lomba dan sebagainya. Mencoba meng-apply berbagai aplikasi namun jawaban
akan accepted belum juga tiba. Terus
berdoa, berusaha, dan mencoba meng-aplly
lagi dan lagi. Kemudian belajar dari kesalahan membua motivasi letter, CV dan hal yang dibutuhkan untuk mengisi
aplikasinya. Dan ambisi serta doa, mimpi tersebut dikabulkan oleh yang Maha
Kuasa, terimakasih Tuhan jalan-Mu untuk ku sudah tiba.
Hari itu adalah hari yang sangat bahagia unuk saya ketika
sore-sore hujan turun saya bermaksud mengecek email berharap mendapat balasan
dari lembaga-lembaga yang saya coba apply.
Loading…to open my Gmail, dan…… saya
menerima email dari lembaga dari Negara
Eropa timur yaitu Georgia. mendapat balasan email seperti ini saya hampir lupa
untuk berbuka puasa, tepat pada saat itu bulan puasa umat muslim. Karena saya seorang muslim. Tidur pun pikiran saya sudah
disana, namun keberangkatan tersebut tidak semudah setelah mendapat email
tersebut tetapi saya tidak mendapat full
funded. Saya berpikir keras bagaimana saya harus bisa berangkat dengan
kembali mengajukan scholarship atau
proposal ke pemerintah dan perusahaan besar. Saya masih ada waktu sekitar lima
minggu untuk berangkat kesana. Saya mulai gencar mengajukan proposal. Saya pun
mengabarkan orangtua saya, dan betapa senangnya mereka mendengar kabar dari
saya. Saya bercerita tentang saya hanya mendapat average funded. Saya seorang anak desa yang memiliki keberanian
untuk bermimpi bisa terbang keluar negri.
Di desa saya, di mesjid pengumuman tentang saya akan berangkat keluar
negri pun bergema. Dan saya mendapat respon yang baik dari pejabat setempat
untuk membantu saya mencari dana tambahan untuk berangkat. Suatu anugrah Tuhan
yang tidak ada bandingannya. Terimakasih yang tak terhingga Tuhan, bersyukur.
Dengan persiapan project,
pidato, performance seni budaya negara
Indonesia yang matang dan penuh percaya diri. Saya pun mengajukan paspor dan
sangat kaget ketika mendapat antrian 342 pada jam 8 pagi dimana kantor baru
saja buka 15 menit. Betapa banyaknya peminat orang Indonesia pergi keluar negri. Baik untuk menuntut ilmu,
bisnis, dan juga sekedar liburan. Dengan rasa sabar yang begitu tinggi jam 3
sore saya selesai dan paspor sudah ditangan. Dan besoknya saya harus ke agen
tiket keluar negri, setelah beberapa kali cek di situs onlinenya namun harga tiket lumayan mahal. Kemudian saya langsung ke agen resmi di
bandara Soekarno Hatta , ternyata harganya pun tak jauh beda tetapi sudahlah
pikir saya, yang penting dana untuk tiket cukup sampai akomodasi yang lainnya
pun tercover. Tiga hari menjelang keberangkatan, saya sudah menyiapkan
apa-apa yang akan saya tampilkan, lakukan, bawa, bagikan disana nantinya. Dari
mulai baju, mukena, celana, pernak-pernik, perlengkapan pribadi, baju untuk performance, baju resmi untuk pidato, dan saya membawa sambal khas
Indonesia yang luar biasa pedasnya, mie instant, kerupuk, lumayan untuk menghilangkan
rasa kangen terhadap Indonesia karena selama hampir tiga minggu saya akan
berada dinegri orang yang tentunya berbeda dari segi cuaca, lingkungan budaya
dan juga makanan. Pada saat itu tepat bulan puasa, jadi karena ada perbedaan
musim jadi saya akan berpuasa selama 16 jam disana sedangkan disini Indonesia
saya berpuasa selama 12 jam. Ini suatu pengalaman yang luar biasa cukup membuat
saya sedikit kurus. Lol:p . tidak lupa juga saya membawa beberapa cindera mata khas Indonesia untuk saya berikan nanti sebagi
kenang-kenangan dari saya untuk teman-teman disana yaitu gelang yang terbuat
dari kerang khas Bali.
Hari keberangkatan pun tiba, saya diantar oleh dua orang teman
saya yang sudah pernah keluar negri dan mereka adalah orang-orang hebat yang
berada disekeliling saya. Yaitu Tohari pernah 1 tahun di amerika untuk program
student exchange (AFS) dan Edwinata adalah duta muda Indonesia untuk kebeberapa
negara yang memiliki hubungan bilateral dengan Indonesia. Saya berangkat dengan
pesawat Turkish airlines jam 19.00.
passport pun sudah siap tidak ada perlengkapan yang tertinggal. Aman. Goodbye for
two weeks Indonesia, saya berucap begitu ketika sudah memasuki ruangan tunggu. Dan menelpon keluarga di desa
mengabarkan saya sudah diruang tunggu. Mendapat pesan yang mendalam dari
pahlawan hidup saya yaitu ibu “ hati-hati
dinegara orang ya dan jaga kesehatan”. Saya pun terharu, cepat-cepat saya
pamit dam menutup telpon karena saya hampir menangis. Pengumuman dari awak kabin
pesawat untuk mempersilahan penumpang memasuki pesawat sudah terdengar. Saya
membawa satu tas belakang yang berisi makanan, laptop, note, kamera, charger hp, pulpen. Saya menuju kursi duduk saya dan duduk manis
dengan siap memasang sitbelt. Berada
disebuah pesawat besar yang akan terbang selama 9 jam sampai diturki. Ternyata
sebelum berangkat ke Turki kita transit 3
jam di Singapura karena masih dekat dengan Indonesia saya mencoba
menelpon keluarga dan tersambung, saya mengabari bahwa saya sudah di Singapura.
Dan tak terlupakan saya selalu mengabadikan setiap momen dengan mengambil foto,
saya pun meminta tolong orang. Setelah
itu terbang ke Turki, sampai di Turki kita transit dan menunggu berangkat lagi 6
jam kemudian. Tak lupa juga saya sempatkan untuk mengambil foto. Kemudian barulah
kita terbang ke Georgia, bandara Tbilisi selama 1 jam, saya mncoba melihat
pemandangan Tbilisi dari pesawat dan itu saya berasa mimpi karena dataran
rendahnya begitu seperti yang saya lihat difilm-film luar negri. Tiba di
Tbilisi saya dijemput panita International Youth Camp Patriot Georgia 2011, yaitu
Georgi kikilize. Saya datang bersamaan dengan peserta dari Moldova yaitu
marcela friptu. Kita menuju tempat acara berlangsung sekaligus asrama yang akan
menjadi homestay kita. Saya mulai berkenalan
dengan marcela berusaha percaya diri. Bahasa inggris saya tidak terlalu lancar
dan masih berantakan namun saya percaya diri.
Hal yang pertama kali, beda
dengan di Indonesia adalah posisi supir
menyetir mobil di Indonesia sopir berada disebelah kanan sedangkan dikebanyakan
luar negri termasuk Georgia adalah kiri. Saya hampir mual karena kecepatan yang
tinggi dan tikungan tajam. Tiba juga di homestay yang langsng berhadapan dengan pantai yaitu Blacksea
yang mana saya mengetahuinya pada waktu pelajaran IPS semasa SMP. Kita berada
di Anaklia beach, tersedia homestay atau dorm yang begitu uniq dan
ini yang hal kedua, yang berbeda
dengan yang ada di Indonesia yaitu asrama yang dirancang dan diberi cat seperti
rumah Barbie yang sering saya tonton ditayangan televisi. Sangat uniq. Walaupun disana saya tetap berpuasa
namun tidak full 16 jam saya samakan
dengan Indonesia. Karena tibanya malam hari kita langsung beristirahat dan
acara akan dilanjutkan besok pagi. Pagi pun datang dengan suara ombak yang
memberi ketenangan, saya bermaksud untuk minum air putih tetapi yang saya bawa
dari Indonesia bekal berangkat sudah habis
saya bermaksud meminta kepada panitia untuk mendapatkan air minum. Dan
ini yang suatu yang menjadi hal ketiga
yang unik, ternyata mereka tidak meminum air minum yang direbus namun langsung
mengambil dikeran yang tersedia. Ini jarang di Indonesia. Rangkaian acara pun
sudah dimulai, dari perkenalan,pembagian
leader, grup dan ini menjadi hal keempat yang uniq yaitu saya adalah
satu-satunya yang mengenakan jlbab,
karena jilbab bagi saya adalah suatu identitas saya sebagai muslim dan saya
percaya diri akan hal itu. Saya pun
mendapat pertanyaan tentang apa yang saya kenakan dari beberapa teman baik itu
digrup maupun peserta yang lainnya. Peserta yang datang sekitar 600 orang dari
berbagai Negara. Mengikuti seluruh rangkaian acara yang sangat menarik, kita
mempunyai jadwal mengunjungi tempat-tempat bersejarah yaitu seperti kastil Napoleon,
saya berasa mimpi karena sebulan sebelum pengumuman lulus seleksi saya membaca
buku History of Napoleon dan ini menjadi
hal
unik yang kelima saya berada di negri orang. Banyak hal yang saya pelajari
dan menjadi pengalaman berharga. Setelah
itu kita diberi kesempatan untuk berbelanja ataupun bermain disekitaran pasar.
Dan saya bermaksud menelpon keluarga dengan telepon umum ternyata sulit,
kemudian leader saya Leo menawarkan
menggunakan ponselnya namun saya tidak mengerti dan akhir nya dia yang menemani saya membeli paket telpon dan ini
menjadi hal yang unik keenam cara
bertelpon orang Georgia dengan Indonesia, disini kita langsung memmbeli paket
dan sangat berbeda dengan Indonesia. Dan saya hampir lupa yang harus menjadi
hal unik juga yaitu hal unik yang
ketujuh adalah di Georgia tidak ada kendaraan bermotor seperti di
Indonesia, tidak parah akan polusi. Hanya ada orang-orang berjalan kaki, bis,
mobil dan sepeda. Luar biasa sangat ramah lingkungan.
Pada
hari berikutnya kita mengunjungi Batumi, waterland
selama perjalanann kita melewati tikungan yang tajam dan jurang-jurang yang
curam, suatu pemandangan alam yang indah. Kemudian makan di restaurant makanan khas Georgia, yummie!!!:p.
Tidak terasa hampir 10 hari disana saya sangat senang dengan suasana di Georgia.
Rangkaian acara masih berlanjut, saya berkesempatan berpidato di depan pejabat Georgia tentang
hubungan Indonesia- Georgia yang baru memulai, Kemudian kita juga mengelilingi
Pantai Anaklia dengan bersepeda sepanjang perjalanan kita juga juga mengunjungi
benteng perang Georgia dan ini menjadi hal
unik yang kedelapan . Tembok-tembok
tersebut dirancang sangat strategis untuk memantau keamanan Georgia.
Telah
banyak bercerita saya pun hampir lupa yang harusnya menjadi hal unik diawal
menjadi hal unik keSembilan yaitu
makanan disana rasa pedas yang
teman-teman Georgia itu tidak pedas sama sekali pada mulut saya, Kemudian
saya coba mempromosikan sambal khas Indonesia kepada teman-teman disana mereka pun
sangat antusias mencoba dan apa yang terjadi??? Salah satu teman saya bilang
adalah pedas seperti neraka, saya tertawa dan mereka melihat saya seakan saya
kuat memakan yang pedasnya luar biasa. Disini saya kan mnceritakan 11 hal unik
yang saya temui ketika saya berada dinegara Georgia. Masih ada dua hal unik lagi.
Dimana malam budaya pun tiba, saya ikut
perform dengan membawa tarian Zapin Melayu khas Indonesia bagian Sumatera. Saya tetap percaya diri, dan menikmati performance dari teman-teman lain. Dan
ini menjadi hal unik yang kesepuluh
yaitu tarian khas Georgia seperti adat pernikahan di suatu suku di Indonesia.
Sungguh unik. Saya pun menikmati rangkaian acara yang menjadi pengalaman berharga
bagi saya dan hal unik yang kesebelas
adalah saya mempunyai teman asal Gerogia dan dia sangat akrab dengan saya,
jadi saya selalu bepergian dengannya
namanya unik juga yaitu Vaziko, namun bukan ini yang menjadikan hal unik
tetapi postur tubuhnya luar biasa dia sangat tinggi, saya berdiri disamping
dia dan saya hanya sebatas dibawah ketiak dia dan saya naik keteras baru tinggi
saya sama dengan nya. Sebelas hal unik yang
saya ceritakan ini merupakan suatu pengalaman/ journey yang tidak akan terlupakan. Komunikasi dengan teman disana
pun masih berjalan dan saya selalu rindu Georgia. Miss you guys all of
participants of International Youth Camp Patriot Georgia 2011 batch 8.