Rabu, 11 Desember 2013

11 Things are Uniq When I Going To 1st Abroad

Diposting oleh Unknown 0 komentar


11 Things are Uniq When I Going To 1st Abroad
(International Youth Camp Patriot Georgia 2011)
-Delegasi dari Indonesia-

Saya adalah mahasiswa semester tiga  pada saat itu yang mempunyai ambisi besar untuk bisa berangkat keluar negri,baik  mengikuti seleksi untuk suatu konferensi, kompetisi, summer  school dan lain-lainnya. Saking berambisi disetiap catatan kuliah saya terdapat tulisan” I want to go abroad”. Selalu cari informasi mengenai penyeleksian, lomba dan sebagainya. Mencoba meng-apply berbagai aplikasi namun jawaban akan accepted belum juga tiba. Terus berdoa, berusaha, dan mencoba meng-aplly lagi dan lagi. Kemudian belajar dari kesalahan membua motivasi letter, CV dan hal yang dibutuhkan untuk mengisi aplikasinya. Dan ambisi serta doa, mimpi tersebut dikabulkan oleh yang Maha Kuasa, terimakasih Tuhan jalan-Mu untuk ku sudah tiba.
Hari itu adalah hari yang sangat bahagia unuk saya ketika sore-sore hujan turun saya bermaksud mengecek email berharap mendapat balasan dari lembaga-lembaga yang saya coba apply. Loading…to open my Gmail, dan…… saya menerima email dari lembaga  dari Negara Eropa timur yaitu Georgia. mendapat balasan email seperti ini saya hampir lupa untuk berbuka puasa, tepat pada saat itu bulan puasa umat muslim. Karena saya  seorang muslim. Tidur pun pikiran saya sudah disana, namun keberangkatan tersebut tidak semudah setelah mendapat email tersebut tetapi saya tidak mendapat full funded. Saya berpikir keras bagaimana saya harus bisa berangkat dengan kembali mengajukan scholarship atau proposal ke pemerintah dan perusahaan besar. Saya masih ada waktu sekitar lima minggu untuk berangkat kesana. Saya mulai gencar mengajukan proposal. Saya pun mengabarkan orangtua saya, dan betapa senangnya mereka mendengar kabar dari saya. Saya bercerita tentang saya hanya mendapat average funded. Saya seorang anak desa yang memiliki keberanian untuk bermimpi bisa terbang keluar negri.  Di desa saya, di mesjid pengumuman tentang saya akan berangkat keluar negri pun bergema. Dan saya mendapat respon yang baik dari pejabat setempat untuk membantu saya mencari dana tambahan untuk berangkat. Suatu anugrah Tuhan yang tidak ada bandingannya. Terimakasih yang tak terhingga Tuhan, bersyukur.
Dengan persiapan project, pidato, performance seni budaya negara Indonesia yang matang dan penuh percaya diri. Saya pun mengajukan paspor dan sangat kaget ketika mendapat antrian 342 pada jam 8 pagi dimana kantor baru saja buka 15 menit. Betapa banyaknya peminat orang Indonesia  pergi keluar negri. Baik untuk menuntut ilmu, bisnis, dan juga sekedar liburan. Dengan rasa sabar yang begitu tinggi jam 3 sore saya selesai dan paspor sudah ditangan. Dan besoknya saya harus ke agen tiket keluar negri, setelah beberapa kali cek di situs onlinenya namun harga tiket lumayan mahal.  Kemudian saya langsung ke agen resmi di bandara Soekarno Hatta , ternyata harganya pun tak jauh beda tetapi sudahlah pikir saya, yang penting dana untuk tiket cukup sampai akomodasi yang lainnya pun tercover.  Tiga  hari menjelang keberangkatan, saya sudah menyiapkan apa-apa yang akan saya tampilkan, lakukan, bawa, bagikan disana nantinya. Dari mulai baju, mukena, celana, pernak-pernik, perlengkapan pribadi, baju untuk performance, baju resmi  untuk pidato, dan saya membawa sambal khas Indonesia yang luar biasa pedasnya,  mie instant, kerupuk, lumayan untuk menghilangkan rasa kangen terhadap Indonesia karena selama hampir tiga minggu saya akan berada dinegri orang yang tentunya berbeda dari segi cuaca, lingkungan budaya dan juga makanan. Pada saat itu tepat bulan puasa, jadi karena ada perbedaan musim jadi saya akan berpuasa selama 16 jam disana sedangkan disini Indonesia saya berpuasa selama 12 jam. Ini suatu pengalaman yang luar biasa cukup membuat saya sedikit kurus. Lol:p . tidak lupa juga saya membawa beberapa cindera mata  khas Indonesia untuk saya berikan nanti sebagi kenang-kenangan dari saya untuk teman-teman disana yaitu gelang yang terbuat dari kerang khas Bali.
Hari keberangkatan pun tiba, saya diantar oleh dua orang teman saya yang sudah pernah keluar negri dan mereka adalah orang-orang hebat yang berada disekeliling saya. Yaitu Tohari pernah 1 tahun di amerika untuk program student exchange (AFS) dan Edwinata adalah duta muda Indonesia untuk kebeberapa negara yang memiliki hubungan bilateral dengan Indonesia. Saya berangkat dengan pesawat Turkish airlines jam 19.00. passport pun sudah siap tidak ada perlengkapan yang tertinggal. Aman. Goodbye for  two weeks Indonesia, saya berucap begitu ketika sudah memasuki  ruangan tunggu. Dan menelpon keluarga di desa mengabarkan saya sudah diruang tunggu. Mendapat pesan yang mendalam dari pahlawan hidup saya yaitu ibu “ hati-hati dinegara orang ya dan jaga kesehatan”. Saya pun terharu, cepat-cepat saya pamit dam menutup telpon karena saya hampir menangis. Pengumuman dari awak kabin pesawat untuk mempersilahan penumpang memasuki pesawat sudah terdengar. Saya membawa satu tas belakang yang berisi makanan, laptop, note,  kamera, charger hp, pulpen.  Saya menuju kursi duduk saya dan duduk manis dengan siap memasang sitbelt. Berada disebuah pesawat besar yang akan terbang selama 9 jam sampai diturki. Ternyata sebelum berangkat ke Turki kita transit 3  jam di Singapura karena masih dekat dengan Indonesia saya mencoba menelpon keluarga dan tersambung, saya mengabari bahwa saya sudah di Singapura. Dan tak terlupakan saya selalu mengabadikan setiap momen dengan mengambil foto, saya pun meminta tolong  orang. Setelah itu terbang ke Turki, sampai di Turki kita transit dan menunggu berangkat lagi 6 jam kemudian. Tak lupa juga saya sempatkan untuk mengambil foto. Kemudian barulah kita terbang ke Georgia, bandara Tbilisi selama 1 jam, saya mncoba melihat pemandangan Tbilisi dari pesawat dan itu saya berasa mimpi karena dataran rendahnya begitu seperti yang saya lihat difilm-film luar negri. Tiba di Tbilisi saya dijemput panita International Youth Camp Patriot Georgia 2011, yaitu Georgi kikilize. Saya datang bersamaan dengan peserta dari Moldova yaitu marcela friptu. Kita menuju tempat acara berlangsung sekaligus asrama yang akan menjadi homestay kita. Saya mulai berkenalan dengan marcela berusaha percaya diri. Bahasa inggris saya tidak terlalu lancar dan masih berantakan namun saya percaya diri.
 Hal yang pertama kali,  beda dengan di Indonesia adalah posisi  supir menyetir mobil di Indonesia sopir berada disebelah kanan sedangkan dikebanyakan luar negri termasuk Georgia adalah kiri. Saya hampir mual karena kecepatan yang tinggi dan tikungan tajam. Tiba juga di homestay  yang langsng berhadapan dengan pantai yaitu Blacksea yang mana saya mengetahuinya pada waktu pelajaran IPS semasa SMP. Kita berada di Anaklia beach, tersedia homestay atau dorm yang begitu uniq dan ini yang hal kedua, yang berbeda dengan yang ada di Indonesia yaitu asrama yang dirancang dan diberi cat seperti rumah Barbie yang sering saya tonton ditayangan televisi. Sangat uniq. Walaupun disana saya tetap berpuasa namun tidak full 16 jam saya samakan dengan Indonesia. Karena tibanya malam hari kita langsung beristirahat dan acara akan dilanjutkan besok pagi. Pagi pun datang dengan suara ombak yang memberi ketenangan, saya bermaksud untuk minum air putih tetapi yang saya bawa dari Indonesia bekal berangkat sudah habis  saya bermaksud meminta kepada panitia untuk mendapatkan air minum. Dan ini yang suatu yang menjadi hal ketiga yang unik, ternyata mereka tidak meminum air minum yang direbus namun langsung mengambil dikeran yang tersedia. Ini jarang di Indonesia. Rangkaian acara pun sudah dimulai, dari perkenalan,pembagian leader,  grup dan ini menjadi hal keempat yang uniq yaitu saya adalah satu-satunya  yang mengenakan jlbab, karena jilbab bagi saya adalah suatu identitas saya sebagai muslim dan saya percaya diri akan hal itu.  Saya pun mendapat pertanyaan tentang apa yang saya kenakan dari beberapa teman baik itu digrup maupun peserta yang lainnya. Peserta yang datang sekitar 600 orang dari berbagai Negara. Mengikuti seluruh rangkaian acara yang sangat menarik, kita mempunyai jadwal mengunjungi tempat-tempat bersejarah yaitu seperti kastil Napoleon, saya berasa mimpi karena sebulan sebelum pengumuman lulus seleksi saya membaca buku History of Napoleon dan ini menjadi  hal unik yang kelima saya berada di negri orang. Banyak hal yang saya pelajari dan  menjadi pengalaman berharga. Setelah itu kita diberi kesempatan untuk berbelanja ataupun bermain disekitaran pasar. Dan saya bermaksud menelpon keluarga dengan telepon umum ternyata sulit, kemudian leader saya Leo menawarkan menggunakan ponselnya namun saya tidak mengerti dan akhir nya dia yang  menemani saya membeli paket telpon dan ini menjadi hal yang unik keenam cara bertelpon orang Georgia dengan Indonesia, disini kita langsung memmbeli paket dan sangat berbeda dengan Indonesia. Dan saya hampir lupa yang harus menjadi hal unik juga yaitu hal unik yang ketujuh adalah di Georgia tidak ada kendaraan bermotor seperti di Indonesia, tidak parah akan polusi. Hanya ada orang-orang berjalan kaki, bis, mobil dan sepeda. Luar biasa sangat ramah lingkungan.

                         Pada hari berikutnya kita mengunjungi Batumi, waterland selama perjalanann kita melewati tikungan yang tajam dan jurang-jurang yang curam, suatu pemandangan alam yang indah. Kemudian makan di restaurant makanan khas Georgia, yummie!!!:p. Tidak terasa hampir 10 hari disana saya sangat senang dengan suasana di Georgia. Rangkaian acara masih berlanjut, saya berkesempatan  berpidato di depan pejabat Georgia tentang hubungan Indonesia- Georgia yang baru memulai, Kemudian kita juga mengelilingi Pantai Anaklia dengan bersepeda sepanjang perjalanan kita juga juga mengunjungi benteng perang Georgia dan ini menjadi hal unik  yang kedelapan . Tembok-tembok tersebut dirancang sangat strategis untuk memantau keamanan Georgia.
                         Telah banyak bercerita saya pun hampir lupa yang harusnya menjadi hal unik diawal menjadi hal unik keSembilan yaitu makanan disana rasa pedas yang  teman-teman Georgia itu tidak pedas sama sekali pada mulut saya, Kemudian saya coba mempromosikan sambal khas Indonesia kepada teman-teman disana mereka pun sangat antusias mencoba dan apa yang terjadi??? Salah satu teman saya bilang adalah pedas seperti neraka, saya tertawa dan mereka melihat saya seakan saya kuat memakan yang pedasnya luar biasa. Disini saya kan mnceritakan 11 hal unik yang saya temui ketika saya berada dinegara Georgia. Masih ada dua hal unik lagi. Dimana malam budaya pun tiba, saya ikut perform dengan membawa tarian Zapin Melayu khas Indonesia bagian Sumatera.  Saya tetap percaya diri, dan menikmati performance dari teman-teman lain. Dan ini menjadi hal unik yang kesepuluh yaitu tarian khas Georgia seperti adat pernikahan di suatu suku di Indonesia. Sungguh unik. Saya pun menikmati rangkaian acara yang menjadi pengalaman berharga bagi saya dan hal unik yang kesebelas adalah saya mempunyai teman asal Gerogia dan dia sangat akrab dengan saya, jadi  saya selalu bepergian dengannya namanya unik juga yaitu Vaziko, namun bukan ini yang menjadikan hal  unik  tetapi postur tubuhnya luar biasa dia sangat tinggi, saya berdiri disamping dia dan saya hanya sebatas dibawah ketiak dia dan saya naik keteras baru tinggi saya sama dengan nya. Sebelas hal unik  yang saya ceritakan ini merupakan suatu pengalaman/ journey yang tidak akan terlupakan. Komunikasi dengan teman disana pun masih berjalan dan saya selalu rindu Georgia. Miss you guys all of participants of International Youth Camp Patriot Georgia 2011 batch 8.

Let’s Start

Diposting oleh Unknown 0 komentar


Let’s Start
Selalulah memulai karena memulai selalu memiliki semangat yang membara dan hangat. Menjalani awal itu sangatlah penuh energy tak seperti ketika menjalani proses dan menikmati akhir yaitu hasil. Memulailah untuk melakukan sesuatu kebaikan apapun itu ya kebaikan. Memulailah untuk menjalani proses. Memulailah untuk mempertahankan hasil. Memulailah untuk suatu perbaikan dan pengembangan. Karena semangat, tekad,niat ada pada saat memulai dan akan terus pada saat mengakhiri. Setidaknya niat bersyukur yang akan ada pada akhirnya.

Singkong Indonesia, Bioetanol Untuk Dunia

Diposting oleh Unknown 0 komentar


Essay Global  energy
Singkong Indonesia, Bioetanol Untuk Dunia
Bumi semakin renta karena eksploitasi manusia yang kurang terkendali.  The earth is changing every moment.it has been changed in past, now it is being changed, and in future it will be changed. Now global warming is buzz word to the every type of people like scientist and general people. Pemanasan global saat ini telah mengakibatkan perubahan yang sangat cepat dan tajam. Demikian juga, perubahan iklim  telah mendesak kita untuk berbuat  sesuatu, yaitu bagaimana menciptakan kesinambungan alam agar dapat menunjang kehidupan manusia secara berkelanjutan.
Kini tak lagi yang meragukan bahwa gas-gas rumah kaca yang dilepaskan di atmosfer dalam pembakaran bahan bakar fosil di sector transportasi, industry, dan rumah tangga menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim. Pemansan global dan perubahan iklim itu sudah terasa. Juga sudah ada tanda-tanda gunung es di daerah kutub mulai mencair.  Kesadaran akan betapa parahnya akibat pemanasan global dan perubahan iklim itupada kehidupan flora,fauna, dan manusia, serta usaha-usaha menghambatnya sudah tampak, tetapi belum memadai.
Salah satu usaha bersama untukmenghambat laju pemanasan global diwujudkan dalam Protokol Kyoto (Desember 1997), yang sasarannya ialah menurunkan emisi gas-gas rumah kaca sampai 5,2% dibawah aras tahun 1990, yang harus tercapai pada tahun 2012. Ironisnya, Amerika Serikat,Negara yang paling ,mencemari atmosfer kita dengan gas-gas rumah kaca, justru meninggalkan protocol itu. Padahal protokol  Kyoto telah memberikan fleksibilitas, yakni melalui mekanisme-mekanisme Implementasi Bersama,  pembangunan Bersih, dan Pertukaran/Perdagangan Emisi. Seharusnya Amerika Serikat dapat memetik keuntungan dari hubungan kerja samanya dengan Ukraoina dan Russia dalam Pertukaran Emisi. Melalui Mekanisme Pembangunan Bersih, Amerika serikat juga dapat membeli karbon yang dihemati dengan harga hanya 3-20 dolar per ton, padahal kalau upaya penghematan karbon itu dilakukan di dalamnegri, biayanya 125 dolar per ton. Sikap Amerika Serikat yang seenaknya sendiri itu diungkapkan oleh mantan Presiden George Bush pada tahun 1992,”Gaya hidup bangsa Amerika tidak dapat diganggu gugat.”
Dalam situasi yang memprihatinkan ini, kita dapat menelaah dari berbagai peran biomassa bagi energy terbarukan sehingga kita mendapatkan solusi dari usaha menghambat laju pemanasan global.  Menelaah dari peran biomassa bagi energy terbarukan merupakan langkah awal mewujudkan mimpi untuk menemukan sumber energy yang tidak merusak lingkungan. Melihat dari Quo Vadis Indonesia? Pada saat ini Indonesia memerlukan energy berupa panas maupun listrik dalam jumlah yang semakin meningkat, dan untuk menyelesaikan persoalan ini, kita memerlukan solusi agar kebutuhan dan kesejahteraan masyarkat dapat terpenuhi. Negara Indonesia mempunyai potensi besar dalam menyediakan lahan pertanian maupun lahan-lahan kritis yang belum digunakan untuk kegiatan bercocok tanam bagi penyediaan bahan pangan, mengingat lahan-lahan kritis tersebut dapat diolah   untuk ditanami tumbuh-tumbuhan energy (energy crops) yang merupakan sumber energy  alternative yang bersifat ramah lingkungan.
Tumbuh-tumbuhan energy (energy crops) yang sangat mudah ditanami adalah singkong (Manihot Esculenta). Singkong adalah tanaman yang mendapat rekomendasi oleh pemerintah Indonesia sebagai pilar produksi bahan bakar nabati (bioethanol). Hasil produk singkong Indonesia masih cukup banyak yang diekspor ke luar negri dalam bentuk tapioca.  Diluar negeri, tepung tapioca dimanfaatkan sebagai bahan baku industry pembuatan pangan dan alcohol, gasohol, serta bioethanol. Singkong dapat dikembangkan secara bsar-besaran untuk produksi  bioethanol. Penanaman dan pemeliharaannya juga mudah sekali. Singkong dapat diproduksi sekitar 30-60 ton/ha, dan bahkan ada yang mencapai 100 ton/ha untuk tiap panennya. Dengan penerapan teknologi yang tepat usaha pertanianini akan mampu memberikan lapangan kerja abru antara 110-125 hairi orang kerja per ha per tahun.hal ini sangat besar dampaknya dalam peningkatan perekonomian desa. Demi dapat mencapai hasil optimal dalam pembuatan bioethanol dari singkong budidaya penanaman singkong jenis yang : berkadar pati tinggi, daunnya tidak cepat gugur, krena daun yang cepat gugur mengakibatkan tanaman singkong menjadi layu/mati,adaftif terhadap tanah dengan keasaman (pH) tinggi dan rendah, adaftif terhadap kerapatan tanaman yang tinggi sehingga dapat menahan pertumbuhan gulma, dan dapat dikembangkan dalam pola tanam  tumpang sari. Konversi biomassa singkong menjadi bioethanol 1000 kg mengandung gula/pati 240-300 kg sehingga menghasilkan jumlah bioethanol 166,6 dengan perbandingan hasil biomassa : bioethanol adalah 6,5:1. Yang juga menjadi motivasi singkong sangat berpotensi  salah satu biomassa untuk energy terbarukan yakni,  perkembangan produksi singkong di Indonesia dengan data 5 tahun terakhir rata-rata 20.054.634 ton/ tahun dengan luas area 1.241.676 ha. Singkong tidak serta merta langsung menjadi bioethanol namun terdapat langkah-langkah proses agar dapat diolah menjadi bietanol, antaralain sebagai berikut: 1).proses hidrolisis, yaitu proses konversi pati menjadi glukosa.2). proses fermentas, yakni  proses konversi  glukosa menjadi etanol dan CO2. 3).proses ditilasi, yakni proses pemurnian etanol hasil fermentasi menjadi etanol dengan kadar 95-96%. 4). Proses dehidrasi, yakni proses penghilangan air dari 96% menjadi 99%. Etanol dengan kadar >99,5% biasa disebut fuel grade ethanol (FGE).
Menyadari pentingnya peran singkong sebagai salah satu bahan dasar bioethanol, sudah layaknya dilakukan usaha-usaha seius dan terpadu dari semua pihak agar produktivitassingkong dapat terus ditingkatkan; ditambah dengan iset mengenai varietas-varietas unggul baru dengan kandungan pati tinggi. Jadi, untuk memanfaatkan potensi dari biomassa yang murah dan mudah dalam budidayanya sangat disarankan untuk membudidaya singkong dan mengolah singkong  menjadi bioethanol yang merupakan salah satu energy terbarukan demi menahan laju pemanasan global saat ini. Kegiatan memanfaatkan biomassa juga sering disebut dengan” menanam energy hijau” (energy farming)tanpa membutuhkan  modal/ biaya tinggi, tetapi mampu melibatkan tenaga kerja sehigga dapat disebut “ pro  job ation.”  Apalagi diberbagai Negara maju yang sangat besar mengkonsumsi bahan bakar kendaraan dan mesin-mesin industry bioethanol sangatlah bagus untuk sebagai subtitusi dari bahan bakar seperti bensin atau solar biasanya. Cadangan bahan bakar minyak  dunia khususnya Indonesia semakin menipis sehingga perlu menciptakan sumber energy alternative mengurangi ketergantungan dari bahan bakar fosil.jumlah kendaran bermotor terus meningkat sehingga kebutuhan bahan bakar minyak terus meningkat mengakibatkan peningkatan pencemaran lingkungan akibat emisi bahan bakar minyak.
“The impact of global warming and climate change has not reached to the all level people because of their awareness and lack of proper education. To make awareness all types of the people come forward with government and policy maker”.

Mulai menyukai” Si hitam’ Coffee’ (Y)”

Diposting oleh Unknown 0 komentar


Mulai menyukai” Si hitam’ Coffee’ (Y)”
Judulnya sih sudah bisa ditebak kali ini bakal bercerita tentang apa. Yea, saya akan sedikit bercerita bagaimana saya mulai suka dengan  saya sebut si hitam  “ Coffee”  memberi saya energi yang begitu ampuh yaitu menyelesaikan tugas-tugas yang mengharuskan saya begadang pada awalnya saya masih mengeluh akan hal begadang. Begadang. Kerja malam. Tugas-tugas. Kampus. Project. Kelas pagi. 4 sks/pertemuan mengenalkan saya kepada “ si hitam” saya senang aja dia disebut si hitam yang sangat membantu produktivitas saya. Lanjut cerita bagaimana saya mulai suka  berdasarkan latar belakang yang saya katakan tadi. Hal-hal tersebutlah yang mengenalkan saya kepada si hitam. Tiga bulan terakhir saya begitu dekat dan tambah akrab seakan teman dalam kesendirian yang setia *mellow..:p. Namun dalam akrab tersebut saya masih belum mau tahu tentang keragamannya dan apa yang paling nendang rasanya.
Dari awal,saya hanya searching dampak positif dan negatifnya selebihnya saya hanya jadi konsumen tanpa menilai lebih. Semula dampak positifnya itu bagi saya cukup meningkatkan produktivitas saya, karena saya malam hari adalah waktu kerja, mikir,dan menghasilkan karya. Yah, katakanlah saya orang malam, produktif saya pada malam hari. Dengan tidur tiga jam itu cukup bagi saya. So..hanya saja butuh teman juga dong untuk malam-malam begadang tersebut. Teman yang paling pas adalah si hitam. Dari tadi saya menyebutkannya seolah dia adalah seperti teman-teman yang menemani saya (teman sekamar: Ratna, Siti, Yuk dian, Nana, Eja) tetapi bukan mereka tetapi si hitam adalah “Secangkir Kopi”.
Kopi? Dimata seorang teman saya kopi itu cukup keras seakan hanya teruntuk orang bekerja nyangkul, penambang timah, dan pastinya orang laki. Saya mahasiswa dan saya perempuan. Saya tidak mengcangkul juga. hehehe. Untuk bercerita tetang kopi pun saya terinspirasi dari blog teman yang menggugah #sedikit lebay. Tapi ternyata mengulas #perempuan #mahasiswa #kopi. Dan itu adalah yang saya lakukan sekarang.menyukai kopi. Menyukai kopi sampai saat ini baru sampai setiap hari selalu menikmati kopi tetapi baru kopi instant yang  berada di supermarket yang sudah dikemas dalam botol, kotak atau kaleng (seringnya yang dingin sih). Kapan saya butuh kopi? Yang paling harus itu adalah pada waktu pagi hari dan juga malam hari sekitar jam 21.00 itu saya menikmati si hitam.  Kalau malam hari berada dirumah saya menyeduh sendiri dengan takaran air yang sedikit sehingga kopinya cukup kental dan pekat. Kopi apa saja yang pernah saya nikmati? Memang belum kopi yang berkelas, masih yang ada disupermarket juga, baru kenal whitecoffe, cappcino,mocacino,dan original saja. Yang paling saya sukai itu adalah cappucino.
Pernah juga beberapa minggu yang lalu iseng ke coffe shop deket kampus Al azhar juga dan kebetulan kenal juga dengan owner-nya, yaitu Coffe Institute Jl. Gunawarman No. 71, Senopati, Jakrta Selatan kalau penasaran follow aja @coins. Dari tata ruangnya cukup menarik dengan dirancang ala klasik yang berbasis ruangan disekolah itu. Suasana yang sangat mendukung ketika harus berlama-lama disana untuk mengerjakan tugas kuliah, rapat, curhat juga. Dan ini juga kelebihan Coffee Institute yaitu menyediakan publicspace gratis. Sudah banyak kegiatan yang telah dilaksanakan para StartUp, socialpreneur, komunitas sampai artis-artis juga. Cukup bercerita Coins sekaligus promosi, kalo owner-nya baca boleh saya minta fee promosinya ( tak apalah secangkir espresso pada sabtu sore) haha. Di Coins saya bersama empat orang teman saya memilih duduk sebelah jendela sehingga bisa juga menikmati pemandangan yang bagus disekitaran Coins.dan memilih apa yang dipesan dimenu. Saya bingung. Mahal-mahaljuga ya walaupun hanya kopi. hahha. Ketahuan jarang ke cafewalupun ke café Cuma meet up dan tidak pernah pesen. #wajar kantong mahasiswa ya tambah lagi ingat jatah kiriman. Hahah #anak rantau #pembelaan bukan pelit.  Saya dan teman saya juga  bingung. Akhirnya hanya memesan yang tidak asing yaitu mocacino dan cappuccino. Ya, melihat baristanya meracik kopi tersebut sembari menuggu diantar ke meja kita. Saya hanya bilang ”ternyata racikannya begitu”.  hhhaa. Udik. Gak sih. Traddaa…pesenan sudah datang, saya langsung mencoba menyeruput cappucino, dan apa yang terjadi? #lebay. Saya menikmati rasanya yang gurih dan nendang bok. Berbeda dengan kopi istant yang biasa saya minum. Ternyata pertanyaan saya ”mengapa dimana-mana ada warung kopi terlebih juga mengapa ada café yang berani harga menu kopinya sangat mahal? Jawabannya adalah kopi itu nikmat, Semakin tinggi kualitasnya otomatis semakin mahal, dan wajar orang-orang yang berdompet tebal pun bisa menjelajahi café atau coffe shop yang menyediakan kopi yang sangat tinggi kualitasnya. Dan saya pun penasaran. Karena masih mahasisswa dengan kantong/budget yang terbatas saya memilih untuk kopi instant yang berkualitas. hehe. Dan sesekali ke coffeshop. Saya semakin penasaran juga dengan keragamannya.
Dari membaca blog teman dia berkisah tentang kopi favoritnya saya baru mengetahui banyaknya jenis-jenis kopi berdasarkan racikannya baik itu asli Indonesia maupun dari luar negri. Sekarang saya mengenal espresso,macchiato, frappucino,caffe latte, long black, kopi tubruk, dan lain-lainnya(bisa digoogling ya guys,hehe). Saya semakin penasaran dengan mereka-mereka ini yang manakah yang paling nendang rasanya. Kalau ada budget lebih dan waktu boleh kita kawan ke coffeshop yang terdekat sekedar menikmati kopi apalagi pada saat hujan turun. Saya mulai bersahabat dengan si hitam” Coffee”.;p

Belajar dari Sesaknya Commuterline Bogor-Tn.Abang

Diposting oleh Unknown 0 komentar



Jarak antara asrama ISBA JAYA-Kampus Al Azhar lumayan jauh cukup memakan waktu sekitar 2 jam itu pun jika jalanan tidak bermacet ria, kalo macet.  alamak. Hanya bisa bersabar.  Sehingga harus berjuang berangkat pagi-pagi kalau ada kelas pagi, ini juga merupakan solusi dari Jokowi (Gubernur Jakarta sekarang) ketika ditanya apa solusi dari kemacetan Jakarta ini  dengan mudah beliau menjawab “Ya berangkatlah pagi-pagi”. Stuck. Ok fine.
Hampir 7 semester saya masih setia dengan rutinitas berangkat pagi dan terlebih istimewa dengan kopaja 63 Depok-Blok M yang mana armadanya sedikit namun penumpangnya ramai bisa dikatakan 1:6 (perhitungan versi saya). Padat bukan? Parah malah. Setiap hari untuk berangkat saya hampir tidak pernah mendapatkan kursiya mau tidak mau berdiri dan itu pun pada sehingga tanpa celah penumpang satu sama lain. Pantat bertemu pantat. Keringat peduli amat. Berdiri pun tiduran untung gak sampai ngorok guys (amit dah). Pulangnya si duduk tapi tetap sama padat.dan dijalan merayap kalau pun lancar paling cepat itu 1 jam. Syukur-syukur gak hujan, demo dan apapun pemicu terjadinya macet.
Dan saya pun berpikir dan mulai jenuh dengan rutinitas tersebut. Saya ingin merasakan ketenangan dan suasana baru dengan sedikit berada diperjalanan karena pernah saya dengar kalimat ini “ Hidup di Jakarta itu tua dijalan”  tu kan parah. So, saya tidak mau tua dijalan dong. dan ini juga berpengaruh dengan efisiensi dan efektifitas saya (*bijak management). maka dari itu sudah seminggu ini saya memilih berangkat dengan Commuterline. Apakah ini lebih cepat? Pastinya, saya hanya menghabiskan waktu sekitar 45 menit kalau normal. Efektif kan? Ya, Terus apakah lebih murah? Ohoo, tidak hanya mahal empat ribu rupiah tapi selagi ada budget tak apalah. Waktu adalah uang, bukan waktu menghabiskan uang (quote penyemangat) dan lagi apakah saya duduk manis di Commuterline? Ini pertanyaan yang saya jawab tidaaaak (teriak sekuat-kuatnya). Di Commuterline saya harus lebih berdesakan, lebih, lebih, dari kopaja cuma rela saja berdesakan karena Cuma 20 menit.  Tangguh. Merantau di Jakarta.
Belajar dari sesaknya Commuterline yang setiap hari-kini saya rasakan sangat banyak. Berdesakan banyakorang menghindar ini berpikir secara rasional pun begitu. Saya juga berpikir begitu tetapi saya lebih tidak mau jika tua dijalan, hahaha. Back to the topic..belajar?  dimulai dari jadwal keberangkatan Commuterline,  membuat saya lebih menghargai waktu, on time atau tidaknya, saya sudah mengetahui jadwal setiap keberangkatannya yang diinformasikan oleh petugas distatsiun, misalnya pagi itu jam setengah tujuh kereta sudah datang dan saya harus berangkat dari asrama jam enam lewat 20 menit, lima menit perjalanan kestasiun dan 3 menit isi ulang tiket dan 2 menit menuggu kereta. Disiplin waktukan,yupss benar sekali.
Selanjutnya perjuangan masuk dalam sesaknya kereta. Jarang sekali kereta tidak sesak apalagi jam kerja atau hari kerja. Busyet dah lauatan manusia didalam Commuterline. Perjuangan masuknya itu butuh niat, nekat, tekad dan gesit. Karena apa?, karena kondisi penumpang yang adat yang hanya menyisakan 2 space untuk penumpang yang menunggu bersama saya sekitar 15 orang per pintu gerbong, kebayangkan begitu padatnya. Nah, ini juga bisa saya katakan berkompetisi. Jadi, saya harus nekat dan gesit. Kalau kita tidak nekat dan gesit so, sampai jam 11 pun gak bakal berangkat dong kita. 
Berhasil masuk  dan Commuterline jalan dan masih berhenti juga distatiun selanjutnya ada 7 stasiun yang akan mengambil penumpang juga dan yang dirasakan penumpang tersebut sama masih berkompetisi masuk dan yang terjadi didalam tersebut adalah berbagi space lebih berdesakan, jaga kerapian anda,haha,  jika pas turun masih mau rapi. Dalam Commuterline saya mencoba mengambil hal positif coba memperhatikan tingkah laku,habit penumpang lainnya, saya bukan bermaksud usil gitu tetapi saya berpikir apa yang saya dapat pelajari dari dalam Comuterline? Ternyata banyak hal. Saya memperhatikan  habit/karakter sekilas  penumpang yang bis dibilang ada yang hedonis,jutek, rempong, gap, resek, banyak lagi. hahaha. Ada yang sibuk dengan masing-masing gadgetnya, mengotak atik planbook, agendanya, schedulenya, ada juga yang care gitu. Nah, pelajarannya yang bisa saya ambil saya hidup di Ibu kota itu keras dan harus punya mental dengan keragaaman karakter yang ada disekitar kita. Kemudian turun pun penuh perjuangan  dan harus mengerti taktik nya, bagaimana? Ya kalau kita mau turun harus satu stasiun sebelumnya kita sudah mulai bertukar tempat/posisi dengan penumpang yang dekat dengan pintu, jangan menuggu sampai stasiun dimana kita turun kalau tidak jangan harap bisa turun distasiun tersebut. Bye aja. Terus bagi yang tidak mau turun jangan berada didekat pintu turun karena bakan kedorong keluar dan ikutan turun tetapi ga turun distasiun tujuan. Jadi harus ngerti taktik. Nah, perjuangan selesai? Belum kawan karena saya turunnya distasiun Sudirman yang merupakan stasiun yang paling padat penumpang sehingga pas turun kita bisa melihat lautan manusia yang keluar dari Commuterline. Hal ini yang mengharuskan kita tetap berjuang juga untuk naik kepintu keluar stasiun. Berdesakan lagi, gesit lagi. Sampai pintu keluar bernapaslah selega-leganya. Perjuangan naik-turun Commuterline selesai. Lanjutkan aktivitas kita semua. Belajar dikampus. Bekerja dikantor. 30-45 menit penuh perjuangan sehingga kita mendapatkan hidup kita efisien dan efektif dari pada tua dijalan:p. semangat pagi!!!
 

Aluna Alanis's Life Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting